Filosofi Kerja Yang Membebaskan

Oleh : Achmad Faizal “Arbeit macht frei”, [ kerja membuatmu bebas ]. Demikianlah slogan yang tertulis di pintu gerbang kamp konsentrasi Nazi di Auschwitz, Polandia. Sebuah seruan moral yang terinspirasi dari novel Jerman karya Lorenz Deifenbach yang kemudian digunakan oleh elit Nazi untuk mempropagandakan semangat para tahanan Yahudi agar mau berkerja (paksa) sebagai cerminan kebebasan. Lantas bagaimana sesungguhnya kerja yang membebaskan itu ?. Apakah seorang … Lanjutkan membaca Filosofi Kerja Yang Membebaskan

PTN BH: ANCAMANKAH BAGI LEMBAGA KEMAHASISWAAN ?

Oleh: Muhammad Ramdhan Syahroni Pendahuluan Universitas Hasanuddin (Unhas) pada Senin, 16 Januari 2018 kembali mengukir sejarah dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Ukiran sejarah ini terjadi di Gedung Rektorat unhas, yang di mana Rektor Unhas, Prof. Dwia Aries Tina bersama Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. Nasir menandatangani peresmian Unhas menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTN BH) sejak ditetapkannya. Peresmiannya ini berlangsung pada … Lanjutkan membaca PTN BH: ANCAMANKAH BAGI LEMBAGA KEMAHASISWAAN ?

Marxisme Populis vs Jong Sulawesi

Oleh: Fajar Matamu tak lagi hitam seperti pantaimu di Losari Suaramu tak lagi lantang seperti “Baho Karaeng” Kedudukanmu sebagi “tau” mesti dicurigai Katamu, koruptor tidak bertanggungjawab, sistem engkau kutuk Sampahmu di kantin menagih tanggung jawab Satu persatu tanahmu terjual di Malino Gunungmu tak lagi kokoh Patriotisme engkau bangun melalui slogan-slogan dan Orasi momentuman Engkau menjadikan adik-adikmu jijik ke kampung-kampung sebelum ia dilahirkan Adatmu telah tercabut … Lanjutkan membaca Marxisme Populis vs Jong Sulawesi

Memaknai Hari Buruh

oleh: Ikhlasy Anugrah Marhami Lahirnya hari buruh bukanlah suatu pemberian Cuma-Cuma atau sesuatu yang  datangnya dari langit dengan gratis, namun hari buruh lahir dan tercatat di kelender-kelender kampanye para politisi yang tertempel di dinding rumah kita, tidak terlepas dari rentetan panjang perjuangan para kelas pekerja untuk mencapai dan menciptakan keadilan ekonomi-politik bagi mereka. Hari buruh yang biasanya diperingati pada 1 Mei, tidak terlepas dari perkembangan … Lanjutkan membaca Memaknai Hari Buruh

“Tugas Manusia adalah Menjadi Manusia”

Oleh: Nursakina   Apabila kita menelisik jauh membuka kembali lembaran sejarah, gerakan perempuan di   Indonesia sudah ada sejak akhir abad ke-19. R.A Kartini merupakan salah seorang di antara tokoh-tokoh terkemuka perempuan yang ikut berjuang demi kepentingan kaum perempuan pada masanya. Perjuangannya yang telah dipengaruhi oleh politik etis, sadar bahwa ternyata kaumnya masih sangat terbelakang dan terkungkung   dalam budaya feodalisme. Kartini yang lahir di Jepara dan … Lanjutkan membaca “Tugas Manusia adalah Menjadi Manusia”