Memaknai Hari Buruh

oleh: Ikhlasy Anugrah Marhami Lahirnya hari buruh bukanlah suatu pemberian Cuma-Cuma atau sesuatu yang  datangnya dari langit dengan gratis, namun hari buruh lahir dan tercatat di kelender-kelender kampanye para politisi yang tertempel di dinding rumah kita, tidak terlepas dari rentetan panjang perjuangan para kelas pekerja untuk mencapai dan menciptakan keadilan ekonomi-politik bagi mereka. Hari buruh …

Lanjutkan membaca Memaknai Hari Buruh

Iklan

“Tugas Manusia adalah Menjadi Manusia”

Oleh: Nursakina   Apabila kita menelisik jauh membuka kembali lembaran sejarah, gerakan perempuan di   Indonesia sudah ada sejak akhir abad ke-19. R.A Kartini merupakan salah seorang di antara tokoh-tokoh terkemuka perempuan yang ikut berjuang demi kepentingan kaum perempuan pada masanya. Perjuangannya yang telah dipengaruhi oleh politik etis, sadar bahwa ternyata kaumnya masih sangat terbelakang dan …

Lanjutkan membaca “Tugas Manusia adalah Menjadi Manusia”

UNDANG-UNDANG PERGURUAN TINGGI GERBANG MENUJU KOMERSIALISASI

[Essay] Oleh: Sasti Khumaerah   Globalisasi pendidikan tinggi tidak bisa dihindari oleh Indonesia, secara realistis prinsip neoliberal termanifestasi di dalam kebijakan perguruan tinggi di Indonesia. Seperti desentralisasi PTN agar otonom dalam mencari sumber pendanaan dan mengelolanya secara mandiri, pengurangan subsidi pemerintah terhadap pendidikan tinggi, pengurangan kontrol pemerintah serta praktik komersialisasi di dalam PTN. “Suram sepanjang …

Lanjutkan membaca UNDANG-UNDANG PERGURUAN TINGGI GERBANG MENUJU KOMERSIALISASI

Literasi: Pemantik dari Setungku Kekosongan

Oleh Sasti Khumaerah, 2016   “…Tanpa buku sejarah itu sunyi, sastra itu bodoh, sains lumpuh, pemikiran dan spekulasi terhenti…” –Barbara W. Tuchman   Sesosok manusia tidak hanya diciptakan dari seonggok daging dan tulang- belulang saja, manusia diciptakan sebagai makhluk berakal dimana manusia harus mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya setiap saat. Membudayakan literasi dalam menunjang …

Lanjutkan membaca Literasi: Pemantik dari Setungku Kekosongan

Literasi dan Anak Jalanan (Masalah Sosial: Anak Jalanan dan Upaya Penyelesaian dengan Gerakan Literasi)

Oleh : Yulianti Manguluang Anak jalanan termasuk dalam kategori anak terlantar. Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, “Anak terlantar adalah anak yang tidak terpenuhi kebutuhannya secara wajar, baik fisik, mental, spiritual, maupun sosial”. Pada realitas sehari-hari, kejahatan dan eksploitasi seksual terhadap anak sering terjadi. Anak-anak jalanan merupakan kelompok yang paling rentan menjadi …

Lanjutkan membaca Literasi dan Anak Jalanan (Masalah Sosial: Anak Jalanan dan Upaya Penyelesaian dengan Gerakan Literasi)