Marxisme Populis vs Jong Sulawesi

Oleh: Fajar Matamu tak lagi hitam seperti pantaimu di Losari Suaramu tak lagi lantang seperti “Baho Karaeng” Kedudukanmu sebagi “tau” mesti dicurigai Katamu, koruptor tidak bertanggungjawab, sistem engkau kutuk Sampahmu di kantin menagih tanggung jawab Satu persatu tanahmu terjual di Malino Gunungmu tak lagi kokoh Patriotisme engkau bangun melalui slogan-slogan dan Orasi momentuman Engkau menjadikan adik-adikmu jijik ke kampung-kampung sebelum ia dilahirkan Adatmu telah tercabut … Lanjutkan membaca Marxisme Populis vs Jong Sulawesi

Tentang hujan

oleh Fajar Al Murakami Saat ini siapa yang tidak menegenal pasar ? ia bagaikan hujan, sekalipun mereka hanya mampu mendengarnya tak pernah sekalipun melihat titik-titik air yang basah itu terjatuh dari langit, ia bagaikan candu.   Di dalam mimpi mereka hanyalah sebutir cahaya; butiran air yang berkilau dari gugusan rembulan yang bulat penuh dan suara yang menitik terbawa oleh desau angin.   Kilau dari sepasang … Lanjutkan membaca Tentang hujan

Sebuah Ungkapan Rasa “Ketika Ikhlasku Dipertanyakan

Oleh : Chemal Noor Dien   Kala mentari berganti senja Ku giring tubuh ini Menerawang…. Menjauh dari pembaringan Menembus rintik hujan Tuk gapai pesonamu… Sesaat ku tersadar Hembusan angin tlah mengantarkanku dlm dekapanmu Seketika rasa itu membuncah dlm dada Ah……. Ku terjebak tuk kesekian kalinya Harapku berbalas sesal Indahmu sebatas fatamorgana Tergantikan bayang-bayang semu Insan di luar khayalku… Huh……. Sesak tak dapat kubendung Ikhlasku teruji … Lanjutkan membaca Sebuah Ungkapan Rasa “Ketika Ikhlasku Dipertanyakan

Ketika kutak mampu mendefenisikanmu

oleh : Chemal Noor Dien   Cinta…!!!!! Apa Maknamu? Mengapa ku tak sanggup defenisikanmu? Adakah rasa itu semu? Ataukah kekeliruanku terperangkap jeratmu? Cinta…!!!!! Kepakan sayapmu terlampau kuat menghujam jantungku… Bersemayam dalam sanubari…. Ku tersesat dalam kitaran muslihatmu… Cinta….!!!!! Kau memperdayaku Buatku lari dari diriku Keterasingan adalah duniaku Bukankah itu yang kau mau??? Lanjutkan membaca Ketika kutak mampu mendefenisikanmu

Hadirmu Taklukkan Logikaku

oleh : Chemal Noor Dien   Sebelum terdengar jejak-jejak langkahmu Menapaki keindahan taman-taman syurga Kala itu hatiku begitu tenang Tak ada kegalauan tersirat dalam benakku Kini… Tapak-tapak itu begitu jelas mencatat lintasan histori hidup ini… Suara lirih nan manja kembali menggema dalam pita bathinku… Senyum tulus terpancar dari balik rona parasmu Mata sayu terpatri sebuah keteduhan Mengingatkanku memori silam ketika kau tancapkan rasa yg tak … Lanjutkan membaca Hadirmu Taklukkan Logikaku