Kemiskinan Hidup Mahasiswa (BAB 3)

BAB III “Setidaknya Untuk Membangun Sebuah Situasi Yang Tak Memiliki Titik Balik”   “Menjadi avant-garde berarti berjalan berbarengan dengan kenyataan” (Internationale Situationniste no. 8). Kritik radikal atas dunia modern saat ini harus memiliki totalitas terhadap obyek dan sasarannya. Kritik ini harus dibawa untuk mengemban masa lalu dunia yang sesungguhnya kepada kenyataan saat ini dan menjadikannya sebuah prospek bagi terciptanya sebuah transformasi. Kita semua tak dapat … Lanjutkan membaca Kemiskinan Hidup Mahasiswa (BAB 3)

Kemiskinan Hidup Mahasiswa (BAB 2)

BAB II “Tidak Cukup Bagi Teori Untuk Mencari Realisasinya Dalam Praktik; Praktik Harus Mencari Teorinya Sendiri”   Setelah bertahun-tahun dalam keadaan tidur dan mengalami kontra-revolusi yang permanen, akhirnya muncul setelah periode baru akan sebuah gerakan, dengan anak-anak muda sebagai pembawa infeksi revolusionernya. Tapi masyarakat spectacle telah mengecat diri mereka sendiri, penggambaran diri mereka sendiri dan juga musuh mereka, yang menjatuhkan kategori-kategori ideologi mereka sendiri dalam … Lanjutkan membaca Kemiskinan Hidup Mahasiswa (BAB 2)

Kemiskinan Hidup Mahasiswa (BAB 1)

DIPERTIMBANGKAN DALAM SEGI EKONOMI, POLITIK, PSIKOLOGI, SEKSUAL DAN KHUSUSNYA ASPEK INTELEKTUAL, DENGAN SEBUAH PROPOSAL SEDERHANA UNTUK MENGOBATINYA Mustapha Khayati (Situationist International) dan mahasiswa-mahasiswa di Strasbourg, November 1966 * * * BAB I “Untuk Membuat Sesuatu yang Memalukan Menjadi Lebih Memalukan Lagi Adalah Dengan Cara Mempublikasikannya.” Adalah suatu hal yang cukup aman untuk berkata bahwa mahasiswa adalah makhluk paling dianggap remeh di Perancis, disamping polisi dan … Lanjutkan membaca Kemiskinan Hidup Mahasiswa (BAB 1)