Birokrasi atau Birocrazy

Birokrasi atau Birocrazy

Oleh: Darwan Al-Qurtubi

Kini pengetahuan terspesialisasi ahli semakin menjadi fondasi bagi posisi kekuasaan pemegang jabatan. Karena itulah concern mula-mulapengusasa adalah bagaimana mengeksploitasi pengetahuan khususnya para ahli tanpa harus melepas kedudukan demi kepentingan mereka melainkan justru melestarikan posisi dominannya. Dengan demikian para ahli seharusnya menjadi pemegang kekuasaan sehingga mampu me-manage jabatannya dan mengontrol bawahannya. Perluasan tugas-tugas administratif dan karena itu juga mutlaknya pengetahuan ahli, yang lazim terjadi tuan penguasa tidak lagi puas dengan konsultasi sesekali dengan orang-orang kepercayaan individual dan sudah teruji bahkan dengan sekumpulan orang-orang semacam itu yang kadang-kadang berkumpul dalam situasi rapat dan mencari pemecahan dalam persidangan yang berkesinambungan. Rate von Haus aus adalah fenomena transisional khas dalam perkembangan ini.

Posisi badan colligiate semacam itu biasanya bervariasi menurut apakah mereka menjadi otoritas serupa itu berpihak pada mereka atau tidak. Ketika tipe colligiate sudah berkembang sepenuhnya, badan-badan semacam itu, pada prinsipnya atau semisal, dalam rapat penguasa dan masing-masing semua ahli menguraikan sudut pandang dengan rasional. Selanjutnya permasalahan diselesaikan dengan sebuah resolusi, dimana tuan penguasa akan mengukuhkan atau menolaknya dengan suatu ketetapan perundangan. Jenis badan colligiate ini adalah suatu bentuk tipikal dimana penguasa, yang semakin berubah menjadi seorang “amatir penggembira,” pada saat yang sama mengeksploitasi pengetahuan ahli serta berupaya menangkal bobot berlebihan pengetahuan ahli dan mempertahankan posisi dominannya dihadapan para ahli. Ia berupaya mengimbangi seorang ahli dengan ahli lainnya dan dengan prosedur yang berbeli-belit semacam itu secara pribadi ia berusaha mendapatkan sebuah gambaran menyeluruh maupun kepastian sehinnga tidak seorang pun mendesaknya untuk membuat keputusan sewenang-wenang.

Fredierick William I dari prusia secara actual menunjukkan pengaruh sangat besar atas admininistratif, tetapi ia hampir tidak pernah mengahadiri rapat menteri kabinet yang diorganisasi secara colligiate, ia mengeluarkan keputusan melalui presentasi tertulis lewat ulasan-ulasan tambahan atau perudang-undangan. Keputusan tersebut disampaikan kepada menteri melalui Feldjaeger Cabinet, setelah dilakukan konsultasi dengan para pembantu kabinet yang secara personal terikat pada raja. Kebencian departemen-departemen birokratis tertuju pada kabinet persis seperti ketedakpercayaan masyarakat tertuju pada birokrat jika terjadi kegagalan atau tidak menjalankan janji yeng mereka sampaikan . perkembangan dewasa ini beberapa birokrasi hanya mementingkan individualnya dalam menentukan kebijakan serta menghiraukan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, dengan tingkat regulitas yang tinggi, prinsip coligiate birokratis dialihkan dari otoritas sentral menuju otoritas lebih rendah yang sangat bervariasi. Dalam unit-unit yang tertutup dan terutama diperkotaan, administrasi colligiate adalah bentuk asal dari kekuasaan para birokratis, secara administratif para anggota dewan terpilih itu berdasarkan pemungutan suara. Kemudian kalau kita birokrasi saat ini murni ditunjuk oleh suatu otoritas superior. Seorang pegawai yang dipilih mereka yang diperintah bukanlah sosok yang sepenuhnya birokratis. Tentunya eksistensi formal sebuah pemilu tidak dengan sendirinya berarti bahwa tidak ada penunjukan dengan sendirinya berarti bahwa tidak ada penunjukan yang tersembunyi dibalik pemilihan itu-dalam negara. Apakah memang begitu keadaannya atau tidak hal itu bukan bergantung pada peraturan perundangan melainkan pada cara dimana mekanisme partai berfungsi. Begitu sudah terorganisasi dengan kukuh, partai bisa mengubah pemilihan bebas yang secara formal menjadi aklamasi semata terhadap seorang calon yang ditentukan oleh pemimpin partai. Biasanya, bagaimanapun, sebuah pemilihan yangt bebas secara formal diubah menjadi pertarungan, diajalankan menurut aturan-aturan pasti, demi menambang suara bagi dari dua kandidat yang ditunjuk. Jadi, hal ini sudah bukan hal lazim terjadi dalam menempatkan suatu jabatan yang tidak sesuai dengan ahlinya tetapi bardasarkan dengan sistem pendekatan dan kekeluargaan. Sehingga, negara kita tidak bisa maju meskipun memiliki banyak SDA akan tetapi yang menggerakkan sistem tdk sesuai dengan bidang yang disandangnya. Para birokrat sekarang hanya memikirkan kepentingan pribadi dan hanya menguntungkan segelintiran orang. Sehingga, menyusahkan banyak orang dan banyak orang yang tertindas. Max weber 1946:241

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s