Musik dan Masyarakat

Refleksi Keadaan Masyarakat Melalui Musik

Oleh:

Bobby Pramusdi

Berbeda dengan Emile Durkheim yang melihat bahwa realitas sosial merupakan suatu yang mengatur individu, berada di atas individu, suatu fakta sosial yang memaksa, Max Weber melihat realitas sosial sebagai hasil dari motivasi dan tindakan-tindakan individu. Perbedaan pandangan fundamental ini sangat berperan dalam perkembangan ilmu sosial dan disiplin sosiologi secara khususnya. Max Weber memberikan suatu pandangan baru dalam melihat realitas sosial dan mengkaji masyarakat. Dengan melihat individu sebagai aktor, maka setiap tindakan dan motivasi dari tiap individu harus dipahami, dan dari itu kita akan mendapatkan suatu pemahaman menyeluruh atas fenomena yang terjadi. Maka kemudian Weber menelurkan istilah Verstehen, yang didefinisikan dalam bahasa Inggris berarti interpretative understanding. Verstehen merupakan suatu metode analisa untuk memperoleh pemahaman-pemahaman yang valid mengenai arti subyektif tindakan sosial.

Dengan verstehen-nya, Weber selangkah lebih maju dalam perkembangan ilmu sosial pada zamannya. Weber sendiri mengatakan bahwa sosiologi harus menjadi suatu disiplin ilmu yang empirik. Dengan hati-hati, Weber dengan analisis verstehennya, menolak gagasan positivistik Comte yang beranggapan bahwa ilmu pengetahuan (ilmu-ilmu empirik) dengan hukum-hukum yang jelas akan menjadi dasar rekonstruksi moral dan pendidikan dalam masyarakat. Menurut Weber pengetahuan ilmiah tidak dapat menjadi suatu dasar untuk memberikan pertimbangan nilai. Ilmu pengetahuan bersifat netral dalam hubungannya dengan menilai posisi-posisi moral yang bertentangan. Weber mengakui bahwa nilai-nilai mempengaruhi karya ilmiah, khususnya dalam penentuan gejala yang dianalisa atau permasalahan-permasalahan yang akan diteliti.

Dengan mengambil gagasan-gagasan Weber, kita dapat melihat rasionalisasi musik terhadap kondisi sosial. Mengutip filsuf Cina, Confucius “If one should desire to know whether a kingdom is well governed, if its morals are good or bad, the quality of its music will furnish the answer”. Menurut Confucius, untuk mengetahui apakah suatu pemerintahan itu baik atau buruk, maka kualitas musik di daerah itu akan menjawabnya. Mengapa musik? Dengan menggunakan analisis Weber bahwa individu merasionalisasikan kondisi sosialnya ke dalam bentuk musik untuk menyampaikan pesannya; pesan untuk perjuangan, mempertahankan, atau mengintegrasikan masyarakat. Tindakan-tindakan sosial yang dibangun melalui musik tersebut mencerminkan realitas sosial musisi pada saat dia menciptakan lagu, atau orientasi nilai yang dianut oleh sang musisi. Seperti misalnya penyanyi Rhoma Irama yang menyampaikan pesan-pesan (nilai) dalam lagu-lagunya dalam bungkusan agama, seperti salah satu lagunya yang berjudul Perbedaan. Dalam lagu Perbedaan, lirik-liriknya berisikan bahwa kaya dan miskin itu ialah hal yang fungsional, agar masyarakat tetap equilibrium. Rhoma Irama menyamakan hal miskin dan kaya sebagaimana struktur birokrasi, dimana ada yang diatas dan dibawah, tetapi karena mereka saling membutuhkan maka tetap stabil. Dan dalam penggalan liriknya Rhoma Irama beranggapan bahwa orang miskin maupun kaya sama dalam hadapan Tuhan.

Berbeda dengan musisi Duo Kribo, dalam lagunya yang berjudul Uang, Duo Kribo menjelaskan bahwa uang telah mengubah perilaku manusia, bahwa manusia menjadi fetish terhadap uang. Sama halnya dengan Efek Rumah Kaca yang dalam berbagai karyanya merupakan refleksi kritis terhadap fenomena-fenomena sosial. Lagu-lagunya seperti Belanja Terus Sampai Mati yang menceritakan budaya konsumsi yang menggerogoti masyarkat kapitalisme, Di Udara sebagai gerakan dukungan untuk aktivis HAM Munir yang dibunuh di pesawat dalam perjalanannya menuju Amsterdam, atau Bukan Lawan Jenis yang menceritakan fenomena gay.

Hal ini menjelaskan bahwa musisi-musisi diatas berusaha mendefinisikan kondisi sosialnya melalui musik, dan bagaimana kita, dengan mendengarkan musiknya menggunakan metode verstehen yang disajikan oleh Weber dapat memahami dan memaknai pesan-pesan yang mereka sampaikan. Melalui verstehen kita dapat memahami ideologi yang mereka anut, atau tujuan dari mengapa mereka berkarya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s