Young lex dan Awkarin serta sang Derridean

meme-awkarin-awkarin-young-lex-4.jpg
gambar : http://www.kaskus.co.id

Oleh

Achmad faizal

Dalam beberapa pekan terakhir dunia anak muda tanah air kembali dihidangkan sebuah berita “kontroversial” dari seorang pemuda berbakat yang berhutang budi pada dunia virtual (youtube & instagram) karena telah berhasil meljitkan pamornya, sebut saja ia Young Lex dan Awkarin. Young Lex adalah seorang rapper keluaran terbaru (berupeko), sementara Awkarin adalah SPG virtual yang bergerak dalam bidang endorsement di instagram.

Akhir-akhir ini nama mereka sering mencuat di berbagai media (media mainstream maupun media sosial) lantaran lagu yang mereka bawakan dinilai cukup kontroversial. Letak kontroversialnya ada pada lirik –lirik lagu dan videoclip lagu tersebut yang dinilai tidak mendidik, immoral serta style yang kebarat-baratan.

Salah satu judul lagu yang dianggap paling kontroversial adalah “bad”. Dalam lirik lagu tersebut telah banyak mengundang kritikan dan hujatan mulai dari youtuber hingga haters. Misalnya sepenggal lirik lagu tersebut yang menyatakan :

 Loe semua lah yang paling benar
Loe semua nilai kita dari luar
Tatoan tapi tak pakai narkoba
Jangan nilai kami dari covernya

I’m bad girl
Bila kau tak pernah buat dosa
Silakan hina ku sepuasnya
Kalian semua suci aku penuh dosa

I’m bad boy
Kau benci ku yang apa adanya
Dan silakan sukai mereka
Yang berlaga baik di depan kamera

Jika kita mencermati lirik lagu tersebut, maka dapat diuraikan makna yang kurang lebih ingin menyatakan ungkapan kekecewaan penyanyi terhadap orang – orang yang selalu menjustifikasi moral seseorang hanya berlandaskan “pakaian” umum yang dikenakan. “Pakaian” seseorang disinyalir telah mampu mendefinisikan sebuah kebenaran, identitas, hingga moralitas seseorang sehingga jika ada individu yang tidak mengenakan “pakaian” yang tidak sesuai ke-umum-an, maka siap-siap dikata tidak bermoral, un-educated, dan semacamnya.

Dekonstruksi status quo dan potensinya

Sejak kemunculan lagu tersebut, beragam macam hate – speech telah dilontarkan kepada mereka berdua, namun tidak sedikit juga yang mendukung mereka. Orang –orang  yang mengecam mereka berdua (younglex & Awkarin) cukup berdalih dengan ketidaksesuaian nilai-nilai adab – moralitas yang dianut masyarakat Indonesia secara umum, namun itu tidak menyurutkan “kekaguman” pendukung mereka berdua yang disinyalir diperkuat oleh style Awkarin dan YoungLex yang cukup mampu menjadi kiblat percontohan dalam dunia fashion remaja “modern” Indonesia.

Satu hal yang mendorong saya menulis ini adalah pertanyaan mereka berdua akan definisi kebenaran dan moralitas yang dilontarkannya dalam “video klarifikasi” di youtube. Kurang lebih ocehan mereka (YoungLex dan AwKarin) seperti ini “apa itu kebenaran ?”, “apa standar kebenaran mereka” ?, yang mana itu baik dan buruk ?.

Dari beragam pertanyaan filosofis tersebut, nampaknya mereka berdua ingin men- dekonstruksi status quo (hal – hal yang telah mapan) terkait apa itu kebenaran, moralitas, cantik, tampan, yang baik dan yang buruk. Melalui lagu-lagunya yang dilontarkan dapat tercermin sebuah keinginan untuk membongkar nilai-nilai yang telah mapan untuk kemudian menetapkan standar tersendiri.

Dapat dibayangkan potensi dari mereka berdua yang telah memiliki followers cukup banyak di social media dan mampu menggiring opini followernya untuk berfikir ulang terkait hal tersebut (apa itu baik, buruk, benar , dst). Terlebih jika YoungLex , Awkarin dan para followersnya telah membaca teori-teori “perusak” status quo semacam nihilisme (Nietczshe), dekonstruksi (Derrida), hermeneutika (Ricoeur) sebagai legitimasi keilmuan.

 

*Penulis adalah ketua umum kemasos 2016

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s