Mari Membumi, Menempuh Pemikiran dan Tindakan yang Lurus dalam Hidup Berlembaga “Rekonstruksi Pemahaman, Kita adalah Agen Perubahan”

 

Oleh :

Fajar 

Tak bisa dipungkiri arus perubahan sosial sebagai kekuatan eksternal sangat berperan penting dalam mempengaruhi tindakan ataupun perilaku seseorang. Dizaman yang serba instan dan pragmatis ini serigkali membuat banyaknya ketidaksesuaian antara hal-hal yang diharapkan dengan kenyataan yang sering kali dijumpai di lingkungan keseharian kita.

Banyaknya penyimpangan ditengah-tengah kehidupan sosial merupakan akibat kurangnya kesadaran tentang perlunya lingkungan yang harmonis dan kurangnya pergerakan meruntuhkan sistem yang membuat ketidakteraturan kehidupan sosial. Oleh karena itu refleksi diri dan upaya memperbaiki kehidupan sosial sangat diperlukan.

Membumi

Memulai dari diri sendiri dan berjuang melakukan perubahan yang bisa diteladani adalah langkah awal. Sudah semestinya sebagai seorang Intelektual untuk memberikan sumbangsi terhadap kehidupan sosial dan sebagai tanggung jawab keilmuaan seseorang. Pertanyaannya kemudian, sudah baguskah moralitas yang kita miliki sebagai manusia ?. Menurut W.Poespoprojo, moralitas adalah “kualitas dalam perbuatan manusia yang menunjukkan bahwa perbuatan itu benar atau salah, baik atau buruk. Moralitas mencakup tentang baik-buruknya perbuatan manusia”. Manusia sebagai mahluk individu sekaligus mahluk sosial, tentunya ia harus menyadari mengapa ia diciptakan di dunia ini. Di satu sisi dia mempunyai tanggung jawab pribadi dan disisi lain dia mempunyai tanggung jawab sosial.

Tanggung jawab pribadi yang dimaksud adalah bagaimana melakukan kebaikan yang di mulai dari kesadaran, kemudian melahirkan tindakan yang bermoral hingga pada akhirnya menjadi perilaku yang penuh manfaat, inilah yang penulis maksud dengan membumi. Dismping itu tanggung jawab sosial sebagai seseorang yang menekuni pendidikan tinggi sudah seharusnya ia memiliki partisipasi dalam menentukan kehidupan yang harmonis, hal tersebut mustahil dapat diraih jika kepribadian seseorang belum membumi.

Pemikiran dan Tindakan yang Lurus

Organisasi kemahasiswaan merupakan wadah bagi anggotanya untuk membentuk kader kader yang berkualitas dan dapat bermanfaat bagi orang lain dan hal tersebut tentunya menjadi landasan berdirinya organisasi kemahasiswaan. Dewasa ini, kita hidup di era perubahan yang sangat cepat berupa keadaan politik dan ekonomi yang begitu cepat berganti setiap saat. Pengaruh kehadiran media menjadi virus bagi orang-orang yang lupa diri, sistem yang menjadi tempat kita belajar seringkali menjadi perdebatan. Bersama dengan perubahan itu, memunculkan perasaan takut atas ketidakpastian. Seringkali ketakutan tersebut membuat kita dan organisasi tempat kita belajar menjadi lesu dan merasa tak berdaya.

Kita pun mengalami krisis pribadi dan hidup kita seolah tak bermakna ditengah-tengah orang yang kebanyakan diantara mereka tidak sadar tentang tujuan lembaga kemahasiswaan pada dasarnya. Betapa banyak kader sebuah organisasi kemahasiswaan yang mengalami krisis semacam ini sehingga kinerja seluruh organisasi pun akan menurun. Ibaratnya organisasi tersebut segan untuk hidup, tetapi mati pun tak mau. maka pada akhirnya melenceng dari tujuannya. Keberhasilan suatu organisasi kemahasiswaan dapat dilihat sebarapa mampu ia membentuk kadernya sesuai dengan tujuan organisasi tersebut. Namun seringkali yang kita jumpai adalah orang-orang yang kekurangan motivasi dan bahkan saling berkonflik satu sama lain.

Visi dan misi organisasi tersebut tinggal menjadi kata tanpa kenyataan. Hanya tinggal menunggu waktu, sampai organisasi itu lenyap dari ingatan. Kita juga harus ingat, bahwa manusia adalah kekuatan utama dari semua organisasi. Infrastruktur bisa modern dan canggih. Namun, jika orang-orang yang hidup  di dalamnya terjebak di dalam krisis kesadaran dan krisis organisasi tanpa henti, maka semuanya akan percuma. Oleh karena itu, pengembangan diri dan pengembangan organisasi yang optimal, berisi dan berkelanjutan adalah sesuatu yang mutlak harus dilakukan.

Rekonstruksi Pemahaman Menuju Perubahan “Ayo Bergerak !!!”

Dalam kacamata ilmu sosiologi, saya mengatakan hal diatas wajar terjadi karena Negara kita saat ini sedang mengalami Era Postmodern, dimana saat ini kebebasan dan perspektif seseorang menjadi Tuhan bagi dirinya. Masyarakat bergerak sesuai pola pikir yang ada di dalam dirinya. Dapat pula saya katakan bahwa kita telah dikuasai oleh pemikiran-pemikiran sesat dan budaya barat yang secara tidak sadar menjadikan kita tersesat karena ketidak sesuaian.

Kemudian, melihat kondisi diatas, kita sebagai Mahasiswa yang diharapkan akan menjadi penbawa perubahan dilingkungan kita dan  Indonesia pada umumnya.  kita sebagai Kaum Intelektual muda, apakah kita akan diam saja??? Apakah kita akan menghancurkan negeri ini dengan Pragmatisme Individual kita??? Tentu bagi seorang intelektul tidaklah mungkin akan menjawab “YA” tetapi jawaban yang keluar pasti dengan lantang akan mengatakan “TIDAK”. Lalu apa yang bisa diperbuat??? langkah pertama tentu kita akan membuat kegelisahan Individu menjadi kegelisahan kolektif untuk mengajak orang sekitar kita untuk sadar dan bergerak. Selanjutnya, kita sebagai mahasiswa yang pada hakekatnya berwawasan luas, Idealis, Visioner seharusnya memiliki karakteristik tersebut, karena itulah mahasiswa sebagai harapan terbesar penggerak Revolusioner sudah seharusnya kembali menyiapkan barisan.

Bagaimana cara untuk kita memiliki semua karakteristik tersebut??? Tentulah kita akan menggali potensi dan belajar untuk terus mengembangkan kapasitas kita baik secara displin ilmu yang kita tekuni maupun kreatifitas yang lain yang dapat bermanfaat. menjadi Mahasiswa yang membumi tentu tidak lepas  dari esensi pemuda sebagai orang-orang yang mempersiapkan diri untuk berkarya dan berkontribusi bagi bangsanya.

Apakah cukup sampai di sini seorang intelektual sejati??? Tentu tidak. Seorang intelektual sejati dalam menghadapi kondisi lingkungan seperti ini harusnya memiliki tingkat Intelektualitas yang tinggi tetapi harus diimbangi oleh sebuah nilai-nilai keagamaan yang tertanam dalam hatinya. Tidak dipungkiri bahwa hati adalah penentu semua langkah seorang manusia. menurut Antonio Gramsci, “pemuda adalah Seorang Intelektual Organik. dimana  Kelompok ini berperan signifikan untuk mengobarkan “perang posisi” guna mengambil alih hegemoni. Bagi Gramsci, intelektual organik adalah para intelektual yang tidak sekedar menjelaskan kehidupan sosial dari luar berdasarkan kaidah-kaidah saintifik, tapi juga memakai bahasa kebudayaan untuk mengekspresikan perasaan dan pengalaman real yang tidak bisa diekspresikan oleh masyarakat sendiri.

Seorang intelektual organik adalah mereka yang mampu merasakan emosi, semangat dan apa yang dirasakan kaum proletar, memihak kepada mereka dan mengungkapkan apa yang dialami dan kecenderungan-kecenderungan objektif masyarakat.

Dalam upaya perubahan sosial sangat diperlukan penyusunan dan pengorganisasian suatu lapisan intelektual yang mengekspresikan pengalaman aktual masyarakat dengan keyakinan dan bahasa terpelajar. Ini memiliki makna kaum intelektual organik akan menghadirkan suara-suara kepentingan masyarakat bawah dengan bahasa budaya tinggi sehingga pandangan dunia, nilai-nilai dan kepercayaan-kepercayaan kelas bawah meluas ke seluruh masyarakat dan menjadi bahasa universal.

Bila tahap ini berhasil, maka jalan semakin lebar bagi kelas bawah untuk melakukan perubahan revolusioner, yakni merebut kekuasaan politik”. Karena pribadi seperti inilah yang akan menjadi orang-orang yang membumi sekaligus pemimpin dambaan rakyat Indonesia. Apabila hal-hal ini dapat dilaksanakan dengan baik dan secara sadar oleh semua pemuda atau yang di pelopori mahasiswa Indonesia, maka Mahasiswa dalam menjalankan peran dan fungsinya dapat dilaksanakan sebagaimana yang di harapkan. Indonesia menjadi negara dalam era postmodernisme bermartabat yang dipenuhi dengan orang-orang membumi.

 #Salam Bumi Hijau Kemasos

# Bersatu dalam Kebenaran

 

*Penulis ada Mahasiswa Sosiologi FISIP Unhas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s