Emile Durkheim

oleh :

Andi Nuramina

 

  1.     Biografi Durkheim

 

maxresdefault.jpg
source : youtube.com

 Durkheim lahir 15 April 1858 di Ephinal, Perancis yang terletak di Lorraine. Ia berasal dari keluarga Yahudi Perancis yang saleh, ayah dan kakekknya ialah seorang Rabi. Sedangkan pada usia belasan tahun Durkheim memilih menjadi seorang sekuler . Hal ini dapat dilihat melalui karyanya yang dimaksudkan untuk membuktikan bahwa fenomena keagamaan berasal dari faktor-faktor sosial bukan ilahi. Maka yang membentuk sosiologinya ialah latar belakangnya sebagai seorang yang beragama yahudi.

Durkheim ialah mahasiswa yang sangat cepat matang, pada tahun 1879  ia masuk ke Ecole Normale Superuere, dan merupakan salah satu yang paling cemerlang pada abad ke-19. Pada saat yang sama  ia membaca karya Auguste Comte dan Herbrt Spencer. Jadi ia mendambakan mampu mempelajari metode-metode ilmiah dan prinsip-prinsip moral yang dapat memandu kehidupan sosial, ia juga tertarik dengan sosiologi ilmiah tetapi pada masa itu belum ada disiplin sosiologi.

Hasratnya terhadap ilmu makin besar ketika dalam perjalanannya ke Jerman ia berkenalan dengan psikologi ilmiah yang dirintis oleh Wilhelm Wundt (Durkheim, 1887/1993). Beberapa tahun sesudah kunjungannya ke Jerman, Durkheim menerbitkan sejumlah buku diantaranya adalah tentang pengalamannya selama di Jerman. Penerbitan buku itu membantu Durkheim mendapatkan jabatan di Jurusan Filsafat Universitas Bordeaux tahun 1887. DI sinilah Durkheim pertama kali memberikan kuliah ilmu sosial di Universitas Perancis. Ini adalah sebuah prestasi istimewa karena hanya berjarak satu dekade sebelumnya kehebohan meledak di Universitas Perancis karena nama Auguste Comte muncul dalam disertasi seorang mahasiswa. Tanggung jawab utama Durkheim adalah mengajarkan pedagogik di sekolah pengajar dan kuliahnya yang terpenting adalah di bidang pendidikan moral. Tujuan instruksional umum mata kuliahnya adalah akan diteruskan kepada anak-anak muda dalam rangka membantu menanggulangi kemerosotan moral yang dilihatnya terjadi di tengah masyarakat Perancis.

Tahun-tahun berikutnya ditandai oleh serentetan kesuksesan pribadi. Tahun 1893 ia menerbitkan tesis doktornya, The Devision of Labor in Society dalam bahasa Perancis dan tesisnya tentang Montesquieu dalam bahasa Latin. Buku metodologi utamanya, The Rules of Sociological Method, terbit tahun 1895 diikuti (tahun 1897) oleh hasil penelitian empiris bukunya itu dalam studi tentang bunuh diri. Sekitar tahun 1896 ia menjadi profesor penuh di Universitas Bordeaux. Tahun 1902 ia mendapat kehormatan mengajar di Universitas di Perancis yang terkenal, Sorbonne, dan tahun 1906 ia menjadi profesor ilmu sangat terkenal lainnya, The Elementary Forins of Religious Life, diterbitkan pada tahun 1912.

Durkheim meninggal pada 15 November 1917 sebagai seorang tokoh intelektual Perancis tersohor. Tetapi, karya Durkheim mulai memengaruhi sosiologi Amerika dua puluh tahun sesudah kematiannya, yakni setelah terbitnya The Structure of Social Action (1973) karya Talcott Parsons.

KARYA – KARYA UTAMA :

  • The Division of Labor in Society, (1893)
  • Rules of Sociological Method, (1895)
  • Suicide, (1897)
  • The Elementary Forms of the Religious Life, (1912)
  • Professional Ethics and Civic Morals, (1955)
  1. Pengantar Pemikiran Durkheim
resized_image2_9a12c9576ebdd1e0e3be67a722928182.jpg
source : http://www.sociologie.com
  •      Fakta sosial

                        Durkheim ingin memisahkan sosiologi dari filsafat dan memberinya kejelasan serta identitas tersendiri, ia menyatakan bahwa pokok bahasan sosiologi haruslah berupa studi atas fakta sosial .Secara singkat, fakta sosial terdiri dari struktur sosial, norma budaya, dan nilai yang berada di luar dan memaksa aktor. Fakta sosial dianggap sebagai “sesuatu” dan dipelajari secara empiris. Artinya, bahwa fakta sosial mesti dipelajari dengan perolehan data dari luar pikiran kita melalui observasi dan eksperimen. Fakta sosial adalah seluruh cara bertindak, baku maupun tidak, yang dapat berlaku pada diri individu sebagai sebuah paksaan eksternal

Durkheim membedakan dua tipe ranah fakta sosial material dan non material. Fakta sosial material seperti gaya arsitektur bentuk teknologi, dan hukum dan perundang-undangan,. Fakta sosial material tersebut sering kali mengekspresikan kekuatan moral yang lebih besar dan kuat yang sama-sama berrada diluar individu dan memaksa mereka. Kekuatan moral inilah yang disebut dengan fakta sosial nin material. Sedangkan fakta sosial  non material ada 4 jenis yaitu :

a. Moralitas.

          Moralitas adalah fakta sosial, dengan kata lain, moralitas bisa dipelajari secara empiris, karena ia berada diluar individu, ia memaksa individu, dan bisa dijelaskan dengan fakta-fakta sosial lain

b. Kesadaran kolektif.  

            Durkheim mendefinisikan kesadaran kolektif sebagai berikut: seluruh kepercayaan dan perasaan bersama orang kebanyakan dalam sebuah masyarakat akan membentuk suatu sistem yang tetap yang punya kehidupan sendiri, kita boleh menyebutnya dengan kesadaran kolektif atau kesadaran umum. Dengan demikian, dia tidak sama dengan kesadaran partikular, kendati hanya bisa disadari lewat kesadaran-kesadaran partikular.

c. Representasi Kolektif

           Kesadaran kolektif tak dapat dipelajari secara langsung karena sesuatu yang luas dan gagasan yang tidak memiliki bentuk yang tetap. Sehingga perlu didekati dengan relasi fakta sosial material. Contoh dari representasi kolektif ialah simbol agama, mitos, dan legenda populer. Semua yang tersebut itu adalah cara-cara dimana masyarakat merefleksikan dirinya.

d. Arus sosial

Durkheim mencontohkan arus soaial dengan “luapan semangat, amarah, dan rasa kasihan”. Hal ini dicontohkan pada konser rock yang terjadi di Erropa timur. Konser rock merupakan tempat muncul dan berseminya standar buadaya, fashion. Dan gejala perilaku yang lepas kntrol partai.

  • Teori Bunuh Diri Durkheim (Suicide)

Bunuh diri Egoistik. Ini adalah jenis bunuh diri yang terjadi di mana tingkat integrasi sosial yang rendah dalam masyarakat. Individu tidak cakap melakukan pengikatan diri dengan kelompok-kelompok sosial (bergaul/berinteraksi dengan kelompok sosial/masyarakat). Akibatnya adalah nilai-nilai, berbagai tradisi, norma-norma serta tujuan-tujuan sosial pun sangat sedikit untuk dijadikan panduan hidupnya.

Bunuh diri Altruistik,  Ini adalah jenis bunuh diri yang terjadi ketika integrasi terlalu besar, terlalu kuat

Bunuh diri Anomik, Bunuh diri tipe ini terjadi karena tatanan, hukum-hukum, serta berbagai aturan moralitas sosial mengalami kekosongan. Kelemahan aturan sosial antara norma-norma sosial dan individu dan mesti bisa membawa pada perubahan sosial ekonomi yang dramatis bagi individu.

Bunuh diri Fatalistik, bunuh diri fatalistik ini terjadi ketika nilai dan norma yang berlaku di masyarakat meningkat, sehingga menyebabkan individu ataupun kelompok tertekan oleh nilai dan norma tersebut.

  • Teori pembagian kerja Durkheim

             Dalam bukunya “The Division of Labour In Society” Durkheim menerangkan bahwa masyarakat modern tidak diikat dengan kesamaan kerja antara orang-orang yang melakukan pekerjaan yang sama  akan tetapi pembagian kerjalah yang mengikat masyarakat dan memakasa mereka agar tergantung satu sama lain, masyarakat inilah yang dapat disebut dengan solidaritas organik. Adapun silodaritass mekanik yang ditandai dengan bersatunya masyarakat disebabkan memiliki tanggung jawab bersama.                                   Jika dilihat dari hukum yang berlaku. Pada solidaritas organis berlaku hukum restitutif, dimana seorang yang melanggar harus melakukan restitusi untuk kesalahn mereka, kebanyakan orang kurang bereaksi secara emosionalketika seseorang melakukan pelanggaran hal ini disebabkan karena kurangnya moral bersama. Sedangkan pada solidaritas mekanis berlaku hukum represif, ini dikarenakan anggota masyarakatnya memiliki kesamaan satu sama lain dan mereka cenderung percaya pada moralitas bersama jadi pelanggaran  terhadap nilai bersama tidak dinilai main-main.

Durkheim mendifinisikan agama sebagai “ Suatu system yang terpadu mengenai kepercayaan-kepercayaan praktek- praktek yang berhubungan dengan benda-benda suci atau benda-benda khusus (terlarang) kepercayaan-kepercayaan dan praktek-praktek yang menyatu dalam satu komunitas yang disebut umat, semua berhubungan dengan itu.      Durkheim mengabstraksi munculnya agama dalam masyarakat yaitu dengan memisahkan antara yang sacral dan yang profan. Sakral berasal dari ritual-ritual keagamaan yang merubah nilai-nilai moral menjadi symbol-simbol religious dimana dimanifestasikan menjadi sesuatu yang riel. Masyarakat menciptakan agama dengan mendefinisikan fenomena tertentu sebagai sesuatu yang sekral dan sementara yang lain dianggap profan (kejadian yang umum atau biasa), sacral inilah yang dianggap sebagai suatu yang terpisah dari peristiwa sehari-hari yang membentuk esensi agama

-Profan

          Profan adalah peristiwa yang biasa terjadi dalam masyarakat dikehidupan sehari-harinya yang tidak memiliki nilai-nilai suci yang disakralkan. Yang profan ini dapat menjadi sakral jikalau masyarakat mengagungkan dan menyucikannya.

 

BAHAN BACAAN TAMBAHAN :

  • Emile Durkheim, Tony Rudyansjah (2015)
  • Teori Sosiologi (Dari Teori Sosiologi Klasik sampai perkembangan Teori Sosial postmodern), George Ritzer & Douglas J.Goodman (2008).
  • Emile Durkheim: His Life and Work, a Historical and Critical Study, Steven Lukes (1985).

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s