Sudahkah anda berguna bagi orang lain hari ini ?

Oleh :

Muhammad Taufiq

” Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain ”*
Hadist begitu sederhana, mengandung pesan yang begitu bijaksana. manusia yang baik adalah manusia yang berguna bagi orang lain. zoon politicon manusia adalah makhluk yang selalu ingin bergaul atau bermasyarakat. begitulah Aristoteles (384-322 SM) mendefenisikan manusia. Manusia tidak bisa hidup sendiri karena manusia adalah makhluk sosial, berinteraksi dengan manusia lainnya.
Selain makan, minum dan tidur yang merupakan kebutuhan dasar manusia, adjuga kebutuhan dasar yang lain seperti berinteraksi. Sadar atau tidak sadar, manusia tidaklah dapat bertahan hidup dalam kesendirian. Manusia cenderung membutuhkan pengakuan atau rasa dibutuhkan dalam suatu sistem sosial. Walaupun kebutuhan ini tidak begitu berdampak pada kondisi biologis seperti kebutuhan dasar manusia yang lain. Jika Manusia tidak makan, minum dan tidur dalam kurun waktu tertentu, akan menunjukkan kondisi biologis yang merosot drastis bahkan sampai pada kematian. Berbeda dengan berinteraksi sebagai kebutuhan dasar manusia, Manusia yang hidup sendiri akan mengalami kondisi psikologisnya, stress hingga bunuh diri. seperti dalam teori bunuh diri atau dikenal dengan “suicide” yang dikemukakan oleh sosiolog klasik, Emile Durkheim. Yang membagi jenis bunuh diri menjadi 3 kelompok yaitu, altruistik, egoistik dan  anomik. Altruistik adalah bunuh diri yang terjadi karena adanya tekanan atau ikatan yang kuat antara individu dan masyarakat, misalnya aksi bunuh diri yang dilakukan pilot dalam perang dunia II yang dikenal dengan sebutan Kamikazee. Bunuh diri egoistik terjadi karena individu tidak mampu berbaur atau tidak mampu mempuberintegrasi dengan masyarakat sekitar. sedangkan, bunuh diri yang terakhir, yaitu anomik karena adanya gangguan keseimbangan antara individu dan masyarakat sehingga individu mengalami krisis identitas.
Mendapatkan pengakuan di kehidupan sosial dalam artian normal yaitu berinteraksi atau sederhananya saling mnemenuhi kebutuhannya seperti, saling bertukar pikiran dan pengalaman.Namun selain itu cara lain untuk mendapatkan pengakuan yaitu dengan hukum alam, atau yang kuat yang berkuasa. Namun sudah mampu berinteraksi bukan berarti kita adalah pribadi yang memiliki nilai guna di dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Karena seorang juga dapat mendapatkan pengakuan dikarenakan status sosial yang dia milikinya.
Menjadi pribadi yang berguna untuk orang lain ini mesti kita pertanyakan. Apakah status pengakuan yang kita dapatkan dalam masyrakat hanya dikarenakan kita yang terkuat atau karena status sosial yang kita miliki sehingga yang lainnya tunduk dan patuh karena takut?. Pribadi yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi orang lain, akan mendapatkan pengakuan yang berbeda. Pribadi seperti ini akan menghasilkan respek yang lebih besar dan bertahan lama dari pribadi yang lain. kuncinya untuk menjadi pribadi yang ini yaitu, tidak segan dalam tolong menolong dan tidak mengharapkan pamrih. Pribadi seperti ini akan melekat dalam kehidupan sosial masyarakat, dan diangkat sebagai stake holder atau pemangku kebijakan. Sungguh merugilah pribadi yang hidup diantara masyarakat tapi dia tidak membawa manfaat bagi sekitarnya.
Pertanyaannya, Apakah kita termasuk orang yang telah memiliki manfaat bagi kehidupan orang lain?
* HR. Bukhari
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s